Bule vs. Pribumi

Gimana kalau kalian dikatain pribumi? 🌏

Sering gak kalian mengucapkan kata “Bule” kepada orang asing? πŸ€”
Lalu diikuti tangan yang menunjuk-nunjuk ke arah orang yang bersangkutan? πŸ‘ˆπŸ‘†πŸ‘‡πŸ‘‰

Berkata.. “Eh! Ada bule!! Itu di sana!!” πŸ™„

Dan seketika membuat orang asing —bukan makhluk asing loh ya — tersebut mendadak menjadi tontonan karena kehadiran mereka sendiri. (Please.. Mereka bukan topeng monyet πŸ™Š)

 🌦🌦🌦🌦🌦🌦🌦🌦🌦🌦🌦🌦🌦

Untuk orang yang tidak terbiasa bertemu dengan orang asing, saya kira kejadian seperti itu pasti sering terjadi. Umumnya pada masyarakat di mana kontak langsung dengan orang asing (Luar Negri) sangat jarang ada. Contohnya, (maaf) di desa yang cukup pelosok atau mungkin yang jarang tempat wisata.

Karena kalau pun di desa dan ada tempat wisatanya, kemungkinan kehadiran orang asing itu setidaknya ada lah meskipun tidak sebanyak si perkotaan.

Mari sebut saja sebagai ➑ Tourist. ‡

πŸ‘±πŸ‘±πŸ‘±πŸ‘±πŸ‘±πŸ‘±πŸ‘±πŸ‘±πŸ‘±πŸ‘±πŸ‘±πŸ‘±πŸ‘±

Untuk masyarakat perkotaan yang notabene sering melakukan kontak langsung dengan para turis bahkan tidak sedikit yang melakukan kerja sama dengan pihak asing, pasti merupakan hal yang wajar — macam minum air yang udah jadi kebiasaan. πŸ’¦

Nah, tak jarang juga kita temui kondisi seperti di atas tadi yang sudah saya bahas. Bahkan walaupun sudah sering melihat banyaknya turis terkadang kita lupa menjaga sikap dan terulang kejadian menunjuk-nunjuk dan berkata “Ada bule! Ada bule!” πŸ˜‚ — ngaku aja deh. Apalagi dia cakep! Beuuuuhhh πŸ˜‚πŸ˜‚

πŸ§€πŸ§€πŸ§€πŸ§€πŸ§€πŸ§€πŸ§€πŸ§€πŸ§€πŸ§€πŸ§€πŸ§€πŸ§€

Pernah gak ngebayangin gimana rasanya jadi orang tersebut?

Dikatain “Β Bule ” terus diliatin dari ujung kepala sampe ujung kaki. Ampun deh πŸ˜…

Kebayang enggak kalau yang kamu sebut Bule itu terus nyahut ” Wah, ada pribumi. Itu di sana banyak pribumi ” hahahaha — Tourist Savage! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£πŸ‘£

Sebenernya lucu aja lihat kejadian macam itu. Mungkin karena unik kali ya. Apa lagi kalau turis tersebut bisa bahasa Indonesia. Jangan sampai kalian ngomong macam-macam di belakang mereka deh. Kalau enggak, kelar deh kalian — malu mu taruh dimana? πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Kalian bakal tersinggung gak sih kalau dikatain pribumi? — tolong jawab di kolom komentar ✌

πŸ‘ΎπŸ‘ΎπŸ‘ΎπŸ‘ΎπŸ‘ΎπŸ‘ΎπŸ‘ΎπŸ‘ΎπŸ‘ΎπŸ‘ΎπŸ‘ΎπŸ‘ΎπŸ‘Ύ

Berhubung saya waktu kuliah merupakan salah satu mahasiswa dari jurusan bahasa asing — you know lah — bertemu dengan orang asing garis miring mahasiswa pertukaran pelajar garis miring dosen native garis miring tamu pemberi materi tambahan (aka. Kuliah tamu)Β garis miringΒ tourist, jadi yah.. Begitulah πŸ˜“

Jadi melihat mereka berkeliaran di kampus dan area sekitar kampus serta mall-mall di sana ya udah wajar menurutku.

Yang gak wajar kalau tiba-tiba orang yang bener-bener asing (gak cuma orang luar negeri, bahkan orang Indonesia sendiri) datang terus tiba-tiba nyapa dan sebagainya dan sebagainya.. Yang dipikiranku cuma —Lu mau ngapa?? πŸ˜’

Yah, kalau tanya-tanya arah sih.. Diladenin aja. Kasihan kalau sampe kesasar tuh orang. Kalau dia tanya arah ke hatimu..? — Siapin karung, masukin, buang ke tong sampah terdekat πŸ˜†

Yah, sebenernya masih banyak yang mau dibahas. Berhubung baterai hp tidak memungkinkan.. Mari kita akhiri dengan membaca Al-Baqarah.. *eh! Gak kelar-kelar ntar πŸ˜‚

Ya sudah.. Makasih sudah mau membaca sampah ini. Mari bertemu di postingan selanjutnya. Haha πŸ˜†πŸ˜†

See ya! βœ‹β€

Advertisements

2 thoughts on “Bule vs. Pribumi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s