Never meet πŸŒ™

Dari judulnya pasti yang muncul pertama di pikiran orang adalah tentang pertemuan. Ya! Memang soal itu. Mari kita simak! ‡

🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Let’s go down! ‡

Hahaha kawaii neko! ‴ Maru

 

πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’

 

Yok! Lanjut lagi.. πŸƒ

Jadi, kata Never Meet itu memang menggambarkan keadaan sebenarnya. Karena memang tidak pernah bertemu sebelumnya, tidak bisa disebut saling mengenal. — Itu kata salah seorang teman.

Benarkah?

Saya punya pendapat sendiri. Bahwa mengenal itu bukan perkara fisik saja. Jika bertemu secara fisik baru bisa dianggap mengenal, lalu bagaimana dengan Β Tuhan yang belum pernah kau temui tapi kamu meyakini itu? πŸ™„

Bantah saja pernyataan itu dan beri pendapat kalian di kolom komentar sana! ‡

*Gak usah nge-bass πŸ˜›

Jadi, bukan berarti menyamakan kedudukan itu, melainkan keyakinan itu yang mau saya bahas.

Berhubung yang dimaksud adalah manusia, mungkin saja memang ada baiknya bila langsung bertatap muka. Tapi, itu juga bukan sebuah keharusan kan? πŸ˜’

Lantas tak mau berteman jika tak bertemu?

Tak mengenal bila tak bertemu darat?

Anggapan itu sah sah aja. Toh, benar dan salah bukan manusia yang bisa mengukurnya.

Jadi begini.. ‡

Saya akui saya memang suka bermain dalam dunia cyber jauh lebih banyak ketimbang dunia nyata. Tapi bukan berarti saya gak punya kehidupan sosial yang aktif. Oh! Tentu saya masih lebih sering berkomunikasi dengan manusia asli di hadapan saya. (Memang di dunia cyber bukan manusia ya? Lol) πŸ˜…

Di lain hal, saya juga memiliki beberapa kenalan dari dunia cyber. (alay cak!)

Bisa dibilang cukup akrab. Karena kita membahas banyak hal. Jauh dari pembahasan mengenai hal-hal pribadi dan lebih kepada topik yang lebih produktif — bisa nambah ilmu juga. Memang kita belum pernah bertemu sebelumnya dan hanya melalui sebuah media sosial.

Saya berpikir bahwa dia sama saja seperti teman yang biasa saya temui. Bisa berbincang mengenai banyak hal dan saling bertukar pendapat bahkan humor. Bedanya memang hanya satu. Never meet. 🐣

Saya rasa, menganggap “tidak mengenal” teman (cyber) satu ini merupakan ungkapan yang cukup kasar. πŸ’’

Jadi saya pikir, teman itu bukan sekedar khayalan atau bayangan walaupun baru saling bertegur sapa melalui media sosial. πŸ’¨

 

πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™πŸŒ™

 

Kecanggihan teknologi juga sangat membantu. πŸ“±πŸ’»

Bisa saling face time atau telpon meski jarak antara satu dan dua sangatlah jauh. πŸ™„

Oh! Ini bakal jadi topik yang berbeda jika kau membahas masalah perasaan dengan orang yang belum pernah kau temui. Sekali lagi, ini bukan hal itu!! 😝

Jadi belum pernah bertemu bukan berarti tidak saling mengenal, itu pendapatku. ✨

Bahkan sebelum benar-benar bertemu, apakah status teman belum bisa dijabat oleh orang yang bersangkutan?

Mengenal bukan hanya perkara fisik. Apa iya harus sentuhan dulu?

Macam orang kalau mau belanja musti di raba-raba dulu gitu? Biar tau asli atau enggak? 🌠

051.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s