Curhat

Selalu ada saja pertanyaan mengenai jodoh.

Yah, berulang kali juga saya ditanya..

 

Pacar kamu mana?ย ๐Ÿ˜‚

 

Kalau pun saya punya, tidak mungkin juga saya umbar-umbar ke publik. Jadi saya cuma sekedar bilang “itu makanan yang dibuat dari timun, kan?” — maaf garing.

Agak risih sebenernya dengan pertanyaan itu. Tapi mungkin mereka juga bingung, umur segini kok gak ada ceritanya lihat saya jalan sama cowok. — mungkin kali ya?

Tenang, orangtua sendiri gak (terlalu) bingung juga. — belum nuntut macem-macem sih tepatnya. Tapi kadang kepikiran juga. Bukan lebih ke arah ย pacaran tapi ke arah jodoh ke depannya. Oh! Kalau hanya sekedar teman, saya kenal banyak. Tapi untuk urusan satu itu, kok masih nge-blurr gitu.

Memang banyak diantara mereka yang melontarkan kata-kata manis untuk menarik perhatian. Lalu saya seperti kekenyangan dengan kata-kata manis dan buntutnya eneg denger ocehan seperti itu. Kebanyakan orang suka dengan pujian. Tapi kalau pujian itu terlalu berlebihan juga buat apa? Penilaian itu dapat dari mana? Kenal saya benar-benar saja tidak. Malah dapet pujian dengan hal yang bahkan hal itu juga siapapun pasti bisa melakukan. What an earth

Saya bukan penggila pujian. Karena diantara pujian itu terselip ria.

Nah, soal tipe saya.. Hmm, saya mah gak macem-macem asalkan cukup.ย Yah, cukup sama tuntutan orang tua. Saya gak terlalu suka saat orang lain berkomentar..

 

 

Nanti kalau punya cowok, cowoknya harus begini begitu, punya ini itu, bisa hal ini dan hal itu, lalalalaย ๐Ÿ˜…๐Ÿคฃ

 

21905136974.jpg

Nah, jodoh itu siapa yang tau kan? Kita cuma bisa usaha. Jodoh itu cerminan diri. Kenapa? Karena wanita diciptakan dari tulang rusuk pria. Pernah gak denger hal ini..

Wah, wajahnya mirip ya.. Jangan-jangan jodoh?!

โคดYah.. Sepertinya benar dia tulang rusuk yang hilang itu.

Atau

Pasangan yang sudah menghabiskan waktu bersama dalam jangka waktu yang cukup lama, akan memiliki kebiasaan juga tidak jauh beda dengan pasangannya. Bahkan lama-kelamaan wajah juga bisa kelihatan sama. (Red. Mirip)

Tapi gak menutup kemungkinan bahwa dia bisa saja lebih baik dari kita. Dan namanya cari jodoh kan agar kita bisa salang melengkapi. Bukan mau enak sendiri.

 

 

Manusia diciptakan beragam juga buat saling melengkapi.

 

Lalu siapa jodoh saya? Saya juga tidak tau. Jadi selama proses ini, saya akan memperbaiki diri. Kalau pengen dapet jodoh yang baik, jadi orang baik dulu. #abaikan

Sumber tertera

Aamiin๐Ÿ™

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s