Jejak Lama πŸ‘£πŸ’•

Gambar terkait

sekian lama tak bertegur sapa..
bukan karena ku tak mau.
tapi karena aku menghormatimu ~

✏✏✏

Aku Tentangmu

Kutemukan sejarahmu
Kutemukan jejakmu
Saat semua sudah berlalu
Berlalu..
Yang hanya meninggalkan sisa
Atau bahkan tanpa sisa

Bukan aku berharap menemukan diriku disana
Bukan aku berharap dapat mengumpulkan kepingan lama
Bahkan setelah kau buang rasa
Bahkan untuk sesuatu yang pernah buatku putus asa

Merindu dalam jejakmu
Menangis dalam jejakmu
Walau entah kau buat jejak itu untuk diriku,
Atau bahkan untuk orang selain aku
Karena yang kutahu
Aku hanyalah salah satu
Dari sekian yang aku tahu

β˜‚β˜‚β˜‚


Kamu Yang Ku Tahu

Kamu berkata padaku soal perasaan
Aku menanggapi bukan karena mahir
Kamu bertanya bukan karena tidak tahu
Aku menjawab bukan karena aku mau

Yang kau tahu mungkin aku tinggalkanmu
Yang kau tahu mungkin aku juga salah atas tindakanmu
Jika ingin salahkan aku,

Salahkan saja..

Aku memang masih tidak mengerti apa-apa

Kau pilih ku mungkin karena kau merasa nyaman
Meski kau tahu aku tak akan pernah jadi rumah
Dan kusadari aku pun salah satu tempat singgah

Kau menyerah atas perasaanmu
Bukan aku..
Kau yang pergi terlebih dahulu

lalu..

Salahkah bila aku meragu?

Aku tetap saja salah
Aku yang bodoh
Aku yang mencoba bertingkah dewasa
Aku pula yang tetapΒ salah

Biarkan aku dengan rasa bersalahku

πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Kau dan Mimpimu

Sekali dua kali kau berbicara tentang mimpimu
Mimpi akan masa depan
Mimpi yang ingin kau rajut
Entah dengan siapa nantinya

Berbicara seolah aku kelak menjadi tempat untuk kembali
Kau pun kembali..
Tapi hanya untuk berpamitan

Kau menyesal karena pergi
Kau menyesal karena salah jalan
Kau menyesal tinggalkan aku

Kau tau aku menanti
Tapi kau tak tahu rasaku menanti mu kembali

Lalu kau temukan labuhan barumu
Berbincang akan masa tua yang ingin kau rajut
Menceritakan kembali cita-citamu..
yang pernah kau bagi bersamaku
Kepada labuhan barumu

🌾🌾🌾


Aku Bersungguh-Sungguh

Dalam usia, kita berbeda
Dalam cara berpikir, sedikit ada kesamaan
Dalam masa, kau lebih banyak tau
Dalam fakta, aku pernah berharap kau orang terakhir
yang akan mengisi sisa kertas kosong dalam lembaran hidupku

Aku kecil, bukan berarti hatiku sempit
Aku egois karena aku takut
Aku hanya ingin mencoba menyamai pemikiranmu

Bahagiamu sudah cukup bagiku
Meskipun bukan aku yang menemanimu

Munafik bila aku tak menyesal
Kau takut kembali karena marahku,
Setidaknya kau bisa buatku mengerti terlebih dahulu

Karena hati kecil ini juga masih menyimpan tempat untukmu, kala itu
Yang kuingin hanya kau menata kembali pecahan itu
Namun kau takut akan menggores jarimu
atau bahkan membuatku semakin tak berbentuk

Kau berkata menyesal
Tapi biarkanku dengan kepinganmu
Kuyakinkan aku tak menyesal
Karena jika tidak bisa bahagia bersama
Setidaknya salah satu dari kita..
Dapat berbahagia

πŸŽ†πŸŽ†πŸŽ†


Harapanmu

Kau berkata soal impian itu
Aku yang melihat impianmu menjadi nyata

Kau berharap memiliki seorang istri, banyak anak, hidup sederhana nan bahagia
Saat gambaran itu semakin jelas terlihat,
Saat dimana kau berusaha menemukan labuhan terakhir mu
Kau justru merengek

Akhirnya kau miliki impian pertamamu
Dan aku hanya melihat kejengkelanmu dikala itu
Kau pernah bercerita,
yang seharusnya tidak kau ceritakan kepada orang yang kini asing untuk kau ajak berbagi

Dia permaisuri mu
Dia yang kau tunggu
Dia yang jelas memenuhi segala kriteria mu
Bukannya aku

Aku berbahagia untukmu
Iya, setidaknya aku benar-benar mencoba menghapus jejak tentangmu

Kau sudah memiliki hidupmu sendiri
Hiraukan saja aku yang hanya berlalu ini
Kau juga berharap aku berbahagia dengan penggantimu
Meski masih belum kutemukan itu sampai sekarang

πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


Jejak dan Pelajaran

Kini giliranku menunggu kembali
Menunggu pengganti bayang serta jejakmu
Aku masih menunggu

Semoga waktu berpihak kepadaku
Sama saat kutemukan jejak yang sengaja kau tinggalkan
Jejak yang kau tinggalkan pertama kali untuk labuhan setelahku dan berakhir pada labuhan terakhirmu, permaisuri dan malaikat kecilmu ~

Kutinggalkan serpihanmu disini
Bukan untuk kau pungut kembali
Hanya sebagai pertanda,
Dulu serpihan ini adalah utuh..
yang terkikis karena waktu
Dan menjadi artefak dalam cerita ini

Terimakasih untuk jejakmu ~
Terimakasih atas pelajaran ini..
Semoga engkau bahagia selalu

πŸ€πŸ€πŸ€

Hasil gambar untuk penutup kalimat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s