Duka

Innalillahi wa Innailaihi roji’un..

Cuma itu yang bisa saya ucapkan. Untuk nenek terakhir dari bapak saya. Saya cuma bisa berdoa dari sini. Bukan karena tidak ingin pulang untuk sekedar mengucapkan selamat perpisahan untuk yang terakhir kali kepada beliau.

Beliau sebenernya orang yang baik..

Kenangan saya bersamanya lebih dari sekedar cukup di masa kecil. Rumah nenek dari mama dan bapak saya memang tidak terlalu jauh. Jadi tiap kali ingin bermain kesana saya hanya perlu berjalan kaki saja.

Hanya saja.. bukan hanya kenangan yang baik yang ditinggalkan .. tapi juga sebaliknya. Beliau wafat pada tanggal 10 Desember kemarin. Jadi ini sudah masuk hari ke 16 tanpanya.

Jujur saja.. ada banyak hal yang tidak bisa saya ungkapkan soal beliau. Terlalu banyak. Saya sendiri sesak. Tapi harus bagaimana. Saya harus ikhlas agar tidak memberatkan beliau di alam sana.

Mungkin akan berbeda dengan nenek dari mama saya. Beliau wafat terlebih dahulu. Seingat saya ketika saya masih SD. Mungkin juga karena saya besar bersamanya. Terlampau berbeda dengan nenek dari bapak saya.

Hal yang paling saya ingat dari nenek saya (ibu dari mama) adalah.. segala jenis masakan yang beliau buat.. Benar-benar enak. Mama saya pandai memasak.. saya suka sekali masakan rawon dari kedua wanita terhebat ini. Rawon adalah makanan favorit saya yang kesekian. Dan saya masih ingat jelas rasa rawon itu. Mama terkadang membuat Rawon jika ada uang lebih. Maklum, harga daging sapi gak murah. Saya paling suka saat rawon itu sudah menginap selama sehari. Yang artinya akan dihangatkan di keesokan hari.Rasanya akan lebih nikmat daripada di hari pertama.

Sedang nenek dari bapak saya.. saya suka bermain disana karena saya memiliki beberapa saudara perempuan lebih tua dan seumuran saya (keponakan ayah). Meskipun begitu, dia yang seharusnya memanggil saya “mbak”. Karena Ibunya adalah adik bapak saya. Aturan jawa masih sering digunakan.

Di rumah nenek satu ini, jauh lebih sederhana. Saya paling suka main masak-masakan, main tanah, dan main ala kadarnya. Ngejar kelinci, main bareng marmut, sampai berak di kali.. udah dijabanin.Biasanya kalau udah waktu makan siang, nenek selalu nawarin berbagai macam lauk. Lauknya gak neko-neko, ikan kering atau ikan laut, tahu dan tempe, sayur yang metik dari pekarangan sendiri, dan lain-lain. Yah, biasanya langsung disuguhin gak peduli sesederhana apapun itu.. saya pasti makan. Saya gak terlalu banyak bicara dengan nenek saya yang satu ini. Terakhir bertemu waktu lebaran kemarin. Beliau nangis pas keluarga saya datang. Bilangnya “kangen”.  Sebenarnya ada konflik batin antara keluarga nenek dan keluarga saya. Jadi, kata kangen itu.. agak menjanggal. Tapi setelah beliau pergi.. mungkin saya yang akan gantian bilang kangen.

Malam ini, saya dapat kabar dari alumni SMA saya.. ayah teman saya baru saja meninggal. Teman saya ini waktu kecil sering banget ke rumah saya. Sampai akhirnya sekarang dia cukup sukses dan mungkin lupa dengan saya. Ayahnya cukup dekat dengan bapak saya. Karena dulu satu perusahaan dengan ayah saya. Rumahnya juga cukup dekat. Ada di komplek sebelah. Saya cukup kaget. Hanya bisa berkata innalillahi ~

Saya rindu orang tua saya. Saya belum bisa membantu dan memberi apa-apa. Saya khawatir kondisi mereka karena kami saling berjauhan. Mungkin hanya benar-benar bisa kumpul 2 hari dalam seminggu. Sisanya posisi harus berada di luar kota. Semoga mereka selalu berada di lindungan-Mu Ya Allah.. di setiap langkah. Aamiin ya Robbal alamin ~

Advertisements

One thought on “Duka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s