✨Finally, but Not the End.✨

Sudah lama gak nulis.. Dan beruhubung lagi banyak ceritanya, mungkin saya akan berbagi sedikit kisah saya. Menurut saya, ini adalah hal yang paling tidak manusiawi yang pernah saya lakukan. Check it out…

✨✨✨

Jika kalian masih ingat dengan seorang tokoh di cerita saya yang sebelumnya, kali ini saya akan membahas tentang orang itu lagi. Dia seorang pria yang pernah bercanda dan pernah membahas soal nikah dengan saya. Kalau masih gak ingat, cari saja di post sebelumnya tentang Nikah.

Image result for feeling images

Cukup lama saya kenal dengan orang itu. Saya memiliki rasa. Pertama kalinya saya mengatakan hal memalukan itu padanya setahun yang lalu (sekarang sudah 1 tahun lewat). Menjalani sebuah hubungan munafik. Iya — maafkan saya. Saya tahu saya berdosa besar. Tetapi perasaan ini seperti.. sungguh aku pikir kata yang cocok adalah — licik.

Bisa dikatakan ini terlarang. Dan pertama kalinya dalam hidup saya melakukan hal paling dan sangat tidak tepuji seperti ini. Dia orang yang sangat baik. Jujur saja. Kami saling suka dan kami menjalani sebuah hubungan yang bisa dibilang cukup aneh. Menurut saya, masa-masa itu adalah masa-masa dimana saya merasa ada orang yang benar-benar membutuhkan saya.

Dia adalah.. sebut saja kali ini — Jie. Entah kenapa saya mulai menyukainya. Sebelum itu, saya berpikir, apa iya saya itu “M”. Dan setelah mengaca dari berbagai pengalam pribadi saya, mungkin saya ada bibit “M”. — Just if you know what I mean (kalo gak tau ya udah) HAHAHAHA

☘☘☘


Selama setahun itu saya menjalaninya sama seperti yang lain. Perbedaan jarak bukan pantangan bagi kami. Selain sebelumnya pernah merasakan hal yang sama, teknologi sekarang sudah cukup canggih untuk menghapus jarak. Jujur saja dia merupakan tempat pelarian saya. Sungguh aku berdosa.

Kami berbagi cerita dan canda serta beban. Pernah kami menangis di suatu malam hanya karena suatu masalah yang tidak seharusnya diperdebatkan. Iya.. kami menangis — jadi bukan hanya saya saja. Saya berpikir, seorang pria itu jarang menangis. Bukan berarti mereka tidak merasa sedih. Tapi karena saya yang membuatnya menangis.

Image result for feeling images

Dia bahkan tidak mengakui saat itu. Namun saya desak untuk mengatakan yang sejujurnya, dan benar saja dia menangis. Saya sudah membuatnya menangis. Tentu saja saya menangis di waktu yang sama. Seorang pria menangis untuk saya. Seorang pria yang saya sukai. Seorang pria yang membutuhkan saya. Seorang pria yang menyukai.. topeng saya.

Begitu banyak cerita yang sudah kita bagi. Satu hal besar — ya, ini bukan hal sepele — yang tidak sepatutnya saya lakukan. Menggunakan topeng palsu kepada orang yang tulus kepada saya. Saya tulus dengan perasaan saya, hanya saja, saya terlanjur mengenakan topeng dan yang dia sukai adalah seseorang salam topeng saya. Seolah menggunakan puppet dengan jiwa saya sendiri.

We do using an our special nickname. For a long year ~ 
We do sharing our daily story ~
We do share our feeling ~
But..
I’m using a mask all this time.

⚡⚡⚡


Image result for calling couple

Dia benar-benar orang yang sangat baik. Meskipun dia sering mem-bully saya. Saya pikir, itu hanya sebuah candaan biasa. Dan memang begitu adanya. Lalu entah di suatu hari, entah tahun lalu atau pun tahun ini, saya menyuruhnya untuk men-download sebuah aplikasi di smartphone.nya untuk memudahkan kita berkomunikasi. Namun dia selalu beralasan tidak bisa karena tidak ada cukup space dalam smartphone.nya.

Setelah penantian panjang, di minggu bulan kemarin dia berhasih men-download aplikasi tersebut. Dia bercerita, untuk bisa men-download aplikasi ini, dia harus menghapus satu aplikasi lainnya. Hanya demi menuruti permintaan saya — meskipun saya menantinya berbulan-bulan. Saya menyadari tak lama setelah itu bahwa dia berhasil men-download aplikasi yang saya pinta.

Sederhana, namun berarti. Saya sendiri merasa senang. Kami pun jadi lebih lancar berkomunikasi. Dan juga di aplikasi tersebut kita bisa melakukan video dan phone calling. Dia menyadari menariknya aplikasi yang saya pinta ini. Dia langsung berpikiran untuk menghubungi saya. Awalnya saya sempat menolaknya. Namun beberapa hari kemudian.. Justru saya yang menjadi kepikiran. Saya pun mencoba untuk menghubunginya. Namun gagal. Mencoba lagi diselang berapa menit kemudian nanum tetap tidak bisa terhubung.

Pada akhirnya saya memutuskan untuk mengiriminya voice recorder. Hanya mengatakan beberapa kata. Namun cukup untuk “Made someone day“. Kira-kira seperti itu. Di pagi hari dia pun membalas dengan voice recorder. Finally, I can hear his voice!!! that’s not the end~

Lalu entah dihari yang sama atau di hari berikutnya, kami memantapkan hati untuk menghubungi satu sama lain. Di awal saya mencoba, saya gagal. Saya memintanya yang menghubungi saya. Sekali … gagal. Kedua kali … TERHUBUNG sodara-sodara. Alasan saya memintanya menghubungi saya pada awalnya hanya untuk memastikan suara dalam voice recorder yang ia kirim itu apa benar suara dia. Dan.. jeng jeng jeng ~

🎉THAT IS REALLY HIS VOICE🎉

🎉I HEARD HIS VOICE🎉

🎉FOR THE FIRST TIME🎉

🎉AFTER 1 YEAR (more) ~🎉

Saya terharu. Saya menangis. Dia sadar isakan saya. Saya terlalu senang. Saya malu. Perasaan saya campur aduk. Seakan tidak rela jika dia mengakhiri telpon nantinya. Begitu memabukkan.

Tipe suara dia.. lebih halus dari suara saya. Lebih lembut. Lebih ayu ketimbang suara saya. Dia pria yang gak bisa dipandang dari luarnya saja. Jikalau hanya fisik, dia cukup rupawan. Tentu karena ras kami juga berbeda. Namun sungguh dia sangat sederhana sekali. Tidak berlebihan, menyenangkan dan buat saya sakau. — wah istilahnya sakau nih, kan bikin ketagihan juga tuh hahaha

Tidak banyak yang kami bicarakan selain karena perbedaan bahasa serta kami mahir bahasa inggris hanya dalam konteks, bukan dalam praktek hahaha. Malam tak terlupakan..

September 30, 2016 .

The first time i heard your voice.

The first time we called.

✨But that’s not the end ~✨

to be continue...

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s