Pouring rain

It’s bring me to my old me. Remember the past.. with all of old song from BSB. uhhhh..

kenapa hujan ini membawa kenangan?

 

Saya juga bertanya-tanya. Yang saya yakini, hujan itu membawa berkah. Berdoalah ketika hujan turun, keinginanmu akan terkabul. Insya’allah~

yah, sama dengan yang lain. Beberapa anggapan meyakini bahwa hujan itu buat orang galau dan melow seketika. Kenapa ya? kalau saya.. hujan bikin gampang laper dan ngantuk plus bikin males keluar rumah. Padahal tujuan keluar rumah juga buat beli jajanan. wuaduh.. urusan perut wkwkwkw—maaf kakaaa

Tapi yang kadang bikin sebel itu, pas hujan dan listrik padam. Tahu dah.. apa-apa jadi tambah sulit.

Saya dulu juga pernah punya kenangan ketika hujan turun bersama seseorang. Ini antara kenangan yang indah tapi juga bikin sedih. Kenapa? Karena saya tahu hal ini tidak mungkin dapat terulang kembali. Tapi, cukuplah menjadi kenangan yang indah yang bisa saya simpan sendiri.

tumblr_photography_rain-4.jpg

Hujan itu menghambat saya beserta sekian banyak orang yang akan kembali menuju rumah masing-masing setelah kegiatan perkuliahan selesai. Dari sekian banyak orang, entah kenapa saya merasa bersyukur. Mungkin ini hanya sebuah ilusi tapi sangat nyata. Saya yakin kalian pernah mengalami hal ini. Dimana kita terjebak di suatu tempat bersama dengan orang yang kita suka.

Yah~ pernah saya suka. Semua sudah berlalu. Hanya sekedar suka tidak ada masalahnya kan? Tapi mungkin perasaan ini yang membawa orang tersebut menghindar dari saya meskipun telah sekian lama kami saling mengenal. Saya pun berasumsi bahwa, perubahan yang terjadi diantara kami tidak akan membuahkan hal yang baik. Dan itu benar-benar terbukti.

Dia menjaga jarak begitu pula saya. Entah ini sudah berapa lama. Saya ragu dia masih mengingat saya. 😌

Meskipun bukan pertama kalinya menjadi orang yang terlupakan.. kok jleb banget ya..

Well.. maybe this’s the best way for us.. Sometime, I kind of missed that moment. Not the person. The moment when I still closed with..

tumblr_static_tumblr_lt4c8lrsi81qkwwgfo1_500.jpg

Selain tentang momentum tadi.. Hujan juga kadang bikin banjir ya? Menurut saya, yang bikin banjir itu ya manusianya sendiri, selain itu juga karena unsur takdir.

Tidak akan ada perubahan jika kita tidak merubahnya sendiri. Seakan-akan banjir sudah merupakan hal yang wajar buat orang Indonesia. Itu tidak wajar kawan..

Saya tipe orang pecinta alam, meskipun bukan tipe pecinta alam yang suka mendaki gunung.. selain karena tidak selalu ada cukup dana untuk  melakukannya. Saya sangat appreciate buat orang-orang yang tidak buang sampah saat mereka jalan-jalan di alam terbuka. Pernah saya ingatkan teman saya tentang hal itu ketika kami sedang pergi keluar. Tapi tanggapannya pahit. Nama saya sensor jadi Lupita (kayak bahasa bencong yak)

lupita : (lempar sampah sembarang)

aku : eh, jangan buang disitu

lupita : tempat sampahnya jauh

aku : ya gak gitu juga kali, kan kita bisa pergi kesana habis ini.. ntar juga lewat sana

lupita : toh banyak yang buang disitu juga..

Hmm… kalau seperti ini saya ingat kejadian taman bunga yang diinjak-injak sama orang-orang yang merasa udah bayar buat masuk ke kebun bunga itu. Saya pikir, mereka bayar untuk masuk ke taman bunga untuk lihat-lihat dan menikmati keindahannya, bukannya bayar untuk merusak taman bunga itu. Saya sedih.. ijinkan saya nangis..

Kasus yang banyak menjadi trending topik dengan hastag #Sukasukague

Dan selamat tinggal untuk para bunga yang tak berdosa.

Kok, omongan saya jadi melenceng jauh dari banjir… ah sudahlah.. Masalah kehijauan ini membuat saya muak.

Begitu banyak yang menyuarakan buanglah sampah ditempatnya. Wacana yang bertuliskan buanglah sampah pada tempatnya memang hanya berfungsi sebagai wacana saja mungkin ya? Saya penasaran, apakah pihak yang memasang wacana tersebut juga membuang sampah pada tempatnya atau tidak. AH. saya hanya bisa berharap… semoga memang buang sampah pada tempatnya..

Masyarakat Indonesia era ini serba praktis. Mereka yang menginginkan perubahan namun hanya duduk diam menunggu perubahan itu terjadi. Wake up from your dream guys!!

Ijinkan saya menangis lagi untuk kemajuan Indonesia.. Hujan memang buat saya ikutan melow.

Daripada saya melenceng begitu jauh.. lebih baik saya akhiri ini..

Yang bisa saya katakan sebagai generasi 90an hanyalah

  • Saya rindu masa-masa dimana saya bisa lihat kartun dan anime tanpa sensor pada hari minggu sejak jam 7 pagi sampai 12 siang.
  • Saya rindu bermain bersama teman dengan memanggilnya dari luar rumah dengan suara yang lantang ” .. Jooooo maeeen yuuuk!! “, bukan dari sms atau LINE atau BBM atau WA
  • Saya rindu hijaunya tempat bermain saya dimana masih banyak rumput yang hijau, bukan aspal atau batako

Hujan yang bikin galau saya mau nulis apa dan jadinya apa.. //glundung ke bawah kasur

tumblr_photography_rain-7.jpg

dan lanjut dengerin lagu BSB – no where to go lanjut shape of my heart.. wkwkwkwk asli galau 😂😂😂

Advertisements

2 thoughts on “Pouring rain

  1. Aida-Chan says:

    Masalah sampah yaa.. hmmm kalo nggak kebiasaan ngantongin atau sampah masuk tas, emang jadi begitu orang suka buang sembarangan.. ya, didoakan saja biar cepat tobat orang2 seperti itu 🙂 hehehe dan negeriku menjadi negeri yang ba’datul tayyibatun wal rabbun ghafur

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s