Jangan salahkan hijab

Entah kenapa saya jadi tertarik untuk menulis hal ini. Kebetulan saya baru saja melihat sebuah postingan foto di fb, foto seorang pria dan wanita saat mereka sedang melakukan video call. Saya tahu kalian pasti berfikir ah.. itu mah biasa saja. Hanya saja, setelah saya perhatikan, wanita itu tidak mengenakan hijab seperti yang tampak pada foto profile-nya. Jujur saja saya merasa janggal dengan hal itu. Kenapa? Padahal dia terlihat begitu cantik dengan hijab.nya. Dan setelah saya melihatnya melakukan video call tanpa hijab bersama seorang pria jepang, saya cuma bisa geleng-geleng kepala. Oh, dia itu wanita asli Indonesia, dan saya kenal pria jepang itu karena dia juga termasuk teman fb saya, saya juga sempat berbincang dengan pria tersebut. Pria tersebut cukup lancar berbahasa Indonesia, dan bisa bernyanyi beberapa lagu Indonesia. Yah.. dia pernah menyanyi untuk unjuk kebolehan saat saya berbincang dengannya.

089ef53f-ce7f-42b6-8296-6c000ce39d2e

Kembali masalah hijab, saya memang masih bukan pengguna hijab yang baik. Saya masih sempat keluar rumah tanpa hijab, hanya untuk daerah sekitaran rumah.Tapi saya juga usahakan selalu mengenakan hijab saat keluar rumah. Sering saya temukan orang yang mengejek begini..

alah.. kelakuan masih begitu pake hijab segala..

pake hijab? aku belum siap.. entar aja lah

ngapain pake hijab kalo kelakuan masih gak bener? copot aja tuh.. gak malu sama hijabnya?

Saya cukup geleng-geleng kepala. hmm.. ini kan masalah sifat orangnya, bukan karena hijabnya. Kenapa mempermasalahkan hijab yang ia kenakan?

Pada dasarnya hijab itu penutup aurat, yang diharapkan juga bisa menjaga dan mengingatkan siapa kita sebenarnya. Jika kelakuan masih tidak benar, setidaknya dengan menggunakan hijab adalah awal yang baik. Sifat dan kelakuan buruk tentu perlahan kita juga harus perbaiki.

Saya sempat mengambil kutipan dari Ustadz Felix Siaw dan menulisnya di buku saya. Isinya menyangkut tentang hijab. Dan seperti ini isinya :

  1. seringkali pelaku maksiat menutupi kemalasannya untuk taat, dengan mencari kesalahan yang telah taat dan menyalahkan ketaatannya
  2. yang begini biasanya merasa dengan menyalahkan ketaatan seseorang, setidaknya melegitimasi dia untuk tak perlu taat
  3. misal : ” halah kerudungan di luar aja, hatinya kotor, munafik tuh “. Padahal lisan semisal itu justru sebenarnya kotor
  4. atau, ” ngomongnya gak pacaran, tapi ghibah mulu “, padahal yang begini juga namanya ghibah
  5. bisa juga ” banyak yang kerudungan masih maksiat, banyak yang kerudungan tapi tingkahnya parah “, wah pandai melihat kesalahan

 

  1. manusia itu tempatnya salah dan lupa, dan sebaik-baik manusia adalah yang bertaubat, Nabi Adam contohkan mulianya taubat
  2. bila ada yang telah taat dengan hijab namun masih buat maksiat, salahkan maksiatnya, tidak ada hubungan dengan tutup aurat
  3. agak kasarnya ” bila yang sudah taat saja bisa melakukan maksiat, apalagi yang tak taat ? “, mohon maaf gunakan retorika yang agak kasar
  4. setiap niat baik akan dilindugi Allah, apalagi yang sudah diamalkan. Adapun khilaf yang masih ada, kita doakan semoga segera bertaubat dan berubah
  5. hijab yang dikenakan tiada dosa hingga layak disalahkan, bila engkau belum mampu, setidaknya jangan benci pada yang sudah taat

 

  1. bilapun mesti menasihati, kenakan lisan yang baik dan niat yang tulus, bukan menyerang, bukan mengolok-olok, apalagi menghina
  2. khawatir setan menyelip di niat, banggakan diri lebih baik, sementara dosa diri masih bertumpuk, mungkin lebih banyak dari yang dituduh
  3. setiap niat baik harus dihargai, jangan belum-belum sudah dipotong mati, ketegasan dan kelembutan baik bila disanding dalam nasihat
  4. baik pula ingat kita pada masa yang lalu, tertatih kita jalani syariat, saat kita sudah lebih paham, bukan alasan berlaku kasar
  5. lebih baik lisankan ” subhanallah hijab engkau kenakan, kudoakan semoga ahlakmu seindah pakaianmu , secara tulus, bukan nyinyir

 

  1. baik juga ” semoga Allah memudahkan sempurnakan diri, sebagaimana Allah memudahkanmu kenakan hijab ” . Semangati.. bukan patahkan hati..
  2. bila kepada kaum kafir saja kita harus perlakukan baik, maka saudaramu Muslim lebih layak diperlakukan apik
  3. tentu harus diingat bahwa bukan berarti melacurkan dalil, bukan berarti hukum, cara penyampaian, itulah kuncinya
  4. Al-Qur’an seringkali keras untuk matikan kesombongan hati, namun tak kalah seringnya berikan kelembutan yang terbitkan harapan jiwa
  5. itulah pengemban dakwah Islam, buat takut akan adzab Allah, juga terbitkan harapan kasih Allah.. Barakallahhufikum

Teringat akan tulisan yang saya kutip ini, saja juga malu masih belum bisa mengenakan hijab dengan baik. Tapi melihat yang seperti postingan foto di fb itu.. memang saya agak risih.. tapi, semoga saja Allah memberikan jalan yang terbaik untuknya. Aamiin ~

Saya juga masih perlu belajar memperbaiki diri.. dan sekali lagi jangan salahkan hijab yang dikenakan.

Selamat petang~ 🍀

Advertisements

2 thoughts on “Jangan salahkan hijab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s